OpenSID merupakan aplikasi bersifat Open Source. Dikembangkan oleh OpenDesa demi mendukung keterbukaan informasi dan digitalisasi Desa diseluruh Indonesia
Tema Pusako merupakan Tema atau Theme Premium resmi Aplikasi OpenSID. Layout dan design perpaduan modern dan minimalis. Responsive terhadap semua jenis layar. Memiliki 12 pilihan warna primer. Dilengkapi fitur-fitur bawaan dari OpenSID serta fitur tambahan sebagai pendukung
Desa Sriwidadi berada di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.
Dengan data populasi penduduk :
LAKI-LAKI : 294 Orang
PEREMPUAN : 291 Orang
BELUM MENGISI : 0 Orang
TOTAL : 585 Orang
Identitas Desa
Kode Desa
:
6203092032
Kode Kecamatan
:
620309
Kode Kabupaten
:
6203
Kode Provinsi
:
62
Kode Pos
:
73553
Kantor Desa
Desa Sriwidadi Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Kode Pos 73553, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas - Kalimantan Tengah
Dari Perpustakaan Desa, KKN UPR Kelompok 068 Tumbuhkan Minat Baca dan Kreativitas Anak Sriwidadi
08 Agustus 2026
52 Kali dibuka
Administrator
Dari Perpustakaan Desa, KKN UPR Kelompok 068 Tumbuhkan Minat Baca dan Kreativitas Anak Sriwidadi
Meta Description: Mahasiswa KKN UPR Kelompok 068 menggelar Lomba Literasi di Perpustakaan Desa Sriwidadi melalui Proker Revitalisasi Literasi, diikuti 38 siswa SDN 1 Sriwidadi untuk meningkatkan minat baca, kreativitas, dan keberanian anak.
SRIWIDADI – Semangat literasi anak-anak Desa Sriwidadi kembali digelorakan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Palangka Raya (UPR) Kelompok 068 menggelar Lomba Literasi sebagai bagian dari Program Kerja (Proker) Revitalisasi Literasi Perpustakaan Desa di Desa Sriwidadi, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Sabtu (8/8/2026).
Bertempat di Perpustakaan Desa Sriwidadi, kegiatan tersebut menghadirkan dua jenis perlombaan, yaitu Lomba Mewarnai dan Lomba Membaca Nyaring. Sebanyak 38 siswa SDN 1 Sriwidadi turut berpartisipasi dalam kegiatan yang dirancang sebagai ruang belajar sekaligus wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri.
Dari 38 peserta, sebanyak 27 siswa mengikuti Lomba Mewarnai, sementara 11 siswa mengikuti Lomba Membaca Nyaring. Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan dimulai. Anak-anak mengikuti perlombaan dengan penuh semangat sekaligus memanfaatkan suasana perpustakaan sebagai ruang untuk belajar, berkarya, dan berinteraksi secara positif.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN UPR Kelompok 068 dalam mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan masyarakat Desa Sriwidadi.
Menghidupkan Kembali Perpustakaan sebagai Ruang Belajar
Koordinator Proker Lomba Literasi, Tika Wahyuni dan Desi Ananda Gultom, bersama anggota tim Jeavincka Lhoupe Namang dan Rafhael Agatha, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan untuk mencari pemenang. Lomba Mewarnai dan Membaca Nyaring dirancang sebagai sarana untuk memperkenalkan kembali perpustakaan desa kepada anak-anak sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Melalui Lomba Mewarnai, anak-anak diberikan ruang untuk mengekspresikan kreativitas, imajinasi, ketelitian, serta keberanian dalam menghasilkan sebuah karya. Sementara itu, Lomba Membaca Nyaring diarahkan untuk mengembangkan kemampuan membaca, pelafalan, intonasi, keberanian tampil di depan orang lain, serta kemampuan memahami isi bacaan.
Melalui Program Revitalisasi Literasi Perpustakaan Desa, mahasiswa KKN UPR Kelompok 068 ingin mendorong perubahan pandangan terhadap perpustakaan. Perpustakaan tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang belajar, ruang kreativitas, ruang interaksi, dan ruang tumbuh bagi anak-anak desa.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca sejak usia dini.
Literasi sebagai Investasi bagi Generasi Desa
Ketua KKN UPR Kelompok 068, Muhammad Naufal Yazid, menyampaikan bahwa Lomba Literasi merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk memberikan kontribusi positif selama melaksanakan pengabdian di Desa Sriwidadi.
Menurutnya, literasi memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan anak untuk berpikir, berkomunikasi, berimajinasi, serta memahami berbagai informasi.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada perlombaan saja. Melalui Proker Revitalisasi Literasi Perpustakaan Desa, kami ingin mengajak anak-anak untuk lebih dekat dengan buku dan perpustakaan. Semoga mereka semakin senang membaca, berani tampil, dan mampu mengembangkan kreativitasnya,” ujar Muhammad Naufal Yazid.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program literasi tidak dapat dilakukan hanya oleh mahasiswa KKN. Diperlukan dukungan dan sinergi antara pemerintah desa, sekolah, orang tua, masyarakat, serta mahasiswa agar budaya literasi dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Pemerintah Desa Apresiasi Gerakan Literasi
Kepala Desa Sriwidadi, Willy Sanjaya, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UPR Kelompok 068 memberikan manfaat positif bagi anak-anak sekaligus membantu menghidupkan kembali fungsi Perpustakaan Desa Sriwidadi sebagai pusat kegiatan literasi masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UPR Kelompok 068 yang telah melaksanakan kegiatan literasi bagi anak-anak Desa Sriwidadi. Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan keberanian dan kreativitas mereka,” ujar Willy Sanjaya.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Desa Sriwidadi dan mahasiswa KKN UPR Kelompok 068 dapat terus terjalin selama pelaksanaan program pengabdian di desa.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN tidak hanya memberikan manfaat melalui kegiatan yang bersifat fisik, tetapi juga melalui kegiatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, literasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Desa
Pelaksanaan Lomba Literasi menjadi salah satu contoh sinergi antara mahasiswa KKN UPR Kelompok 068 dan Pemerintah Desa Sriwidadi dalam menciptakan ruang positif bagi generasi muda.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat keberadaan Perpustakaan Desa Sriwidadi agar tidak hanya menjadi fasilitas pelengkap desa, tetapi benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.
Melalui kegiatan yang kreatif dan edukatif, perpustakaan diharapkan mampu menjadi tempat yang menarik bagi anak-anak untuk membaca, belajar, berdiskusi, serta mengembangkan berbagai potensi yang mereka miliki.
Kegiatan ini juga memberikan dampak sosial bagi peserta. Anak-anak memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan teman-teman mereka dalam suasana yang positif. Selain itu, perlombaan dapat melatih sportivitas, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, serta kemampuan menerima hasil perlombaan.
Hasil Lomba Membaca Nyaring
Setelah melalui proses penilaian oleh tim juri, Lomba Membaca Nyaring menetapkan tiga peserta terbaik sebagai pemenang, yaitu:
Juara I : Muhamad Amar Fatani Juara II : Arta Jaya Prayoga Juara III : Ilham Fajari
Para pemenang mendapatkan apresiasi atas kemampuan dan keberanian mereka dalam mengikuti perlombaan. Meski demikian, seluruh peserta yang berjumlah 11 orang tetap memperoleh pengalaman berharga karena telah berani tampil dan berpartisipasi dalam kegiatan literasi.
Sementara itu, sebanyak 27 peserta Lomba Mewarnai turut menunjukkan antusiasme dan kreativitas melalui karya yang mereka hasilkan.
Bukan Sekadar Lomba, tetapi Menanamkan Kebiasaan Membaca
Lomba Literasi yang digelar mahasiswa KKN UPR Kelompok 068 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan budaya membaca di Desa Sriwidadi.
Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman mengikuti perlombaan, tetapi juga diperkenalkan kembali pada perpustakaan sebagai bagian penting dari proses belajar dan pengembangan diri.
Revitalisasi literasi diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan koleksi buku yang tersedia di perpustakaan desa sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan literasi.
Bagi mahasiswa KKN UPR Kelompok 068, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk menerapkan ilmu, kreativitas, dan kepedulian sosial secara langsung di tengah masyarakat.
Ke depan, kegiatan literasi diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh Pemerintah Desa Sriwidadi bersama sekolah, pengelola perpustakaan, masyarakat, dan generasi muda. Dengan demikian, semangat membaca tidak hanya muncul ketika ada perlombaan, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sinergi antara mahasiswa KKN UPR Kelompok 068 dan Pemerintah Desa Sriwidadi, Perpustakaan Desa Sriwidadi diharapkan semakin hidup dan mampu menjadi salah satu pusat pembelajaran masyarakat.
Pada akhirnya, Lomba Literasi bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan langkah kecil untuk menumbuhkan keberanian, kreativitas, dan kecintaan terhadap buku sejak dini. Dari perpustakaan desa, diharapkan lahir generasi Sriwidadi yang gemar membaca, berpengetahuan luas, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.
Desa Sriwidadi berada di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.
Dengan data populasi penduduk :
LAKI-LAKI : 294 Orang
PEREMPUAN : 291 Orang
BELUM MENGISI : 0 Orang
TOTAL : 585 Orang
Identitas Desa
Kode Desa
:
6203092032
Kode Kecamatan
:
620309
Kode Kabupaten
:
6203
Kode Provinsi
:
62
Kode Pos
:
73553
Kantor Desa
Desa Sriwidadi Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Kode Pos 73553, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas - Kalimantan Tengah
Slamet riyadi
22 Agustus 2026 21:18:02
Trims sarannya mas anang, moga sriwidadi bisa mengembangkan perpus digital...