Pasar Tradisional Desa Sumber Alaska: Pusat Ekonomi dan Interaksi Warga
Di tepian kanal sekunder Desa Sumber Alaska, berdiri sebuah pasar tradisional yang menjadi denyut nadi perekonomian warga desa dan sekitarnya. Pasar ini terletak strategis di pertengahan desa, tepatnya di area perkantoran dan lembaga Pendidikan. Dengan posisi unik di sisi kiri Kanal Sukender jika datang dari arah Mantangai, dan di sisi kanan jika datang dari arah Kapuas, pasar ini menjadi titik temu yang mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar.
Setiap minggunya, suasana pasar begitu hidup dan penuh warna. Para pedagang dengan semangat memenuhi kios sederhana dan masih ada yang beratapkan terpal, membawa hasil bumi, bahan pangan, hingga kebutuhan pokok lainnya. Meski bangunannya sederhana, semangat perdagangan yang terjalin di tempat ini sangat terasa.
Para pedagang berasal dari berbagai wilayah seperti Palingkau, Kapuas, dan desa-desa sekitar Sumber Alaska. Mereka membawa hasil tani seperti , sayuran segar, buah-buahan lokal, hingga hasil peternakan seperti telur dan daging ayam. Tidak hanya itu, ada pula pedagang yang menjual produk kerajinan lokal dan barang kebutuhan harian, menambah keanekaragaman pilihan bagi para pembeli.
Kunjungan ke pasar ini tidak hanya soal jual beli, tetapi juga soal interaksi sosial. Warga desa berkumpul, bercengkerama, dan bertukar cerita sambil memilih barang dagangan. Suasana akrab ini membuat pasar tradisional tidak sekadar tempat ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang menghubungkan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Fasilitas parkir di pasar ini masih sederhana, memanfaatkan bahu jalan yang ditata rapi di sepanjang area pasar. Meski demikian, keteraturan parkir menjadi salah satu nilai tambah yang membuat pengunjung merasa nyaman. Pembeli dari berbagai wilayah, mulai dari desa sekitar hingga kawasan yang lebih jauh, ramai-ramai datang untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Pasar tradisional Desa Sumber Alaska menjadi simbol penting dari aktivitas ekonomi dan kebersamaan warga. Meskipun sifatnya mingguan dan infrastrukturnya masih sederhana, keberadaannya sangat berarti bagi perekonomian lokal. Pasar ini tidak hanya menjadi tempat untuk berdagang, tetapi juga ajang bagi warga desa untuk saling mengenal dan mempererat hubungan.
Keberadaan pasar ini dikelola langsung oleh Pemerintah Desa Sumber Alaska. Pemerintah desa memegang peran penting dalam memastikan kelancaran aktivitas pasar, termasuk menata area perdagangan, mengelola kebersihan, serta menata parkir di bahu jalan agar tetap rapi. Kios sederhana yang digunakan pedagang merupakan bagian dari infrastruktur yang terus ditingkatkan kualitasnya agar mendukung kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
Sebagai bagian dari pengelolaan, Pemerintah Desa juga menetapkan retribusi dari pedagang pasar dan pengelolaan parkir. Retribusi ini menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PAD), yang digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan desa. Kepala Desa Sumber Alaska menyampaikan bahwa dana dari retribusi pedagang dan parkir dikelola dengan transparan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepala Desa Sumber Alaska memiliki visi besar untuk menjadikan pasar ini lebih baik lagi. “Pasar tradisional ini adalah aset desa. Kami ingin mengembangkan infrastruktur pasar, seperti membangun kios permanen dan memperluas area parkir. Dengan begitu, aktivitas perdagangan akan lebih nyaman dan lancar,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Desa Sumber Alaska berharap pasar ini tidak hanya menjadi pusat ekonomi lokal, tetapi juga ikon desa yang dikenal luas di Kabupaten Kapuas. Dengan pengelolaan yang baik, pasar ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal, baik bagi pedagang, pembeli, maupun desa secara keseluruhan.
Pasar tradisional Desa Sumber Alaska adalah contoh nyata bagaimana pengelolaan yang baik dapat menghidupkan ekonomi desa sekaligus menciptakan ruang sosial yang bermakna. Dengan dukungan semua pihak, pasar ini akan terus menjadi pusat dinamika kehidupan masyarakat desa dan sekitarnya.
Slamet riyadi
22 Agustus 2026 21:18:02
Trims sarannya mas anang, moga sriwidadi bisa mengembangkan perpus digital...