Pemerintah Desa Sriwidadi Gelar Rembuk Stunting sebagai Dasar Penyusunan RKP Desa Tahun 2027
Pemerintah Desa Sriwidadi Gelar Rembuk Stunting sebagai Dasar Penyusunan RKP Desa Tahun 2027
SRIWIDADI — Pemerintah Desa Sriwidadi melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting di Balai Desa Sriwidadi pada 1 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam percepatan pencegahan dan penanganan stunting, sekaligus menjadi salah satu tahapan penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Sriwidadi Tahun 2027.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Sriwidadi, Willy Sanjaya, para Pendamping Desa tingkat Kecamatan Mantangai, Pendamping Lokal Desa, Pemerintah Desa Sriwidadi, kader Posyandu, kader PKK, serta masyarakat Desa Sriwidadi.
Rembuk Stunting dilaksanakan sebagai forum musyawarah untuk menyamakan pemahaman, membangun komitmen, serta menyusun langkah-langkah bersama dalam mencegah dan menangani stunting di wilayah Desa Sriwidadi. Melalui forum ini, pemerintah desa dan masyarakat membahas berbagai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, remaja putri, serta keluarga yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi dan pola asuh.
Kepala Desa Sriwidadi, Willy Sanjaya, dalam arahannya menyampaikan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh unsur masyarakat. Pemerintah desa, kader Posyandu, PKK, keluarga, serta masyarakat perlu saling mendukung agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat. Pemerintah Desa Sriwidadi berkomitmen untuk terus mendukung program kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu hamil, bayi, balita, dan keluarga yang membutuhkan pendampingan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa hasil Rembuk Stunting akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan RKP Desa Sriwidadi Tahun 2027. Berbagai usulan, kebutuhan, serta permasalahan yang disampaikan dalam forum tersebut akan dihimpun dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan desa, khususnya pada bidang kesehatan, peningkatan gizi masyarakat, sanitasi, air bersih, serta pemberdayaan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta membahas sejumlah langkah pencegahan stunting, antara lain peningkatan keaktifan Posyandu, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, pemberian makanan tambahan bergizi, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, edukasi pola makan sehat, peningkatan sanitasi lingkungan, serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Para Pendamping Desa tingkat Kecamatan Mantangai dan Pendamping Lokal Desa turut memberikan pendampingan serta masukan kepada Pemerintah Desa Sriwidadi dalam menyusun perencanaan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu desa mengintegrasikan program pencegahan stunting ke dalam dokumen RKP Desa Tahun 2027 sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan pembangunan desa.
Kader Posyandu dan PKK juga mengambil peran penting dalam forum Rembuk Stunting tersebut. Sebagai pelaksana kegiatan kesehatan dan pemberdayaan keluarga di tingkat desa, kader diharapkan terus aktif melakukan pendataan, pemantauan, penyuluhan, serta pendampingan kepada keluarga yang memiliki ibu hamil, bayi, dan balita.
Melalui Rembuk Stunting Desa Sriwidadi, seluruh peserta sepakat untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas unsur dalam mencegah serta menangani stunting. Hasil rembuk diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan dalam RKP Desa Sriwidadi Tahun 2027, sehingga pembangunan desa dapat semakin berpihak pada peningkatan kesehatan, pemenuhan gizi, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya perencanaan yang terarah dan partisipasi aktif seluruh pihak, Pemerintah Desa Sriwidadi berharap angka stunting dapat terus ditekan. Upaya ini menjadi investasi penting dalam mewujudkan generasi Desa Sriwidadi yang sehat, cerdas, berkualitas, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan desa di masa depan.
Anang
30 Januari 2025 19:28:34
Lanjutkan mas... Semoga website desa pian semakin maju...