Mahasiswa KKN Kelompok 068 Bersama OJK dan LINK Kalteng Edukasi Pengelolaan Keuangan Kepada Siswa SDN 1 Sriwidadi
Mahasiswa KKN Kelompok 068 Bersama OJK dan LINK Kalteng Edukasi Pengelolaan Keuangan kepada Siswa SDN 1 Sriwidadi
Sriwidadi — Mahasiswa KKN Universitas Palangka Raya (UPR) Kelompok 068 Desa Sriwidadi berkolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Komunitas Literasi dan Inklusi Keuangan (LINK) Kalimantan Tengah dalam melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang baik kepada siswa SDN 1 Sriwidadi kelas I hingga III.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan literasi keuangan sejak usia dini. Melalui pemaparan materi dan presentasi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar, para siswa diajak untuk mengenal pentingnya mengelola uang secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenalkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Pemahaman mengenai keuangan merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dikenalkan sejak dini. Meskipun para peserta masih duduk di bangku kelas I hingga III sekolah dasar, kebiasaan sederhana dalam mengelola uang dapat mulai dibentuk melalui pembelajaran yang sesuai dengan usia mereka.
Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada berbagai konsep dasar, seperti menabung, menggunakan uang secara bijak, serta memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.
Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar dapat diterima dengan mudah oleh siswa. Dengan demikian, literasi keuangan tidak hanya dipahami sebagai sesuatu yang berkaitan dengan orang dewasa, tetapi juga sebagai pengetahuan yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Kolaborasi Mahasiswa KKN, OJK, dan LINK Kalteng
Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN UPR Kelompok 068, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Komunitas Literasi dan Inklusi Keuangan (LINK) Kalimantan Tengah.
Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk turut berperan dalam kegiatan edukasi keuangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan Desa Sriwidadi.
Mahasiswa turut membantu pelaksanaan kegiatan dan berinteraksi langsung dengan para siswa. Sementara itu, keterlibatan OJK dan LINK Kalteng memberikan dukungan dalam penyampaian materi yang berkaitan dengan literasi dan inklusi keuangan.
Kerja sama ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan dapat dilakukan melalui keterlibatan berbagai pihak. Mahasiswa sebagai bagian dari lingkungan perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam menyampaikan edukasi, sementara OJK dan LINK Kalteng memberikan penguatan dalam bidang literasi dan inklusi keuangan.
Belajar Mengelola Uang dengan Cara Sederhana
Bagi anak-anak sekolah dasar, pengelolaan keuangan tidak harus dimulai dengan konsep yang rumit.
Kebiasaan sederhana seperti menyisihkan sebagian uang untuk ditabung, tidak langsung menghabiskan uang yang dimiliki, serta mempertimbangkan kebutuhan sebelum membeli sesuatu merupakan langkah awal yang dapat dilakukan.
Siswa juga diajak memahami bahwa kebutuhan dan keinginan merupakan dua hal yang berbeda. Pemahaman tersebut penting agar anak mulai belajar menentukan prioritas ketika menggunakan uang.
Dengan cara penyampaian yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa diharapkan dapat lebih mudah memahami manfaat dari kebiasaan mengelola uang secara bijak.
Menciptakan Suasana Edukasi yang Menyenangkan
Memberikan materi kepada siswa kelas I hingga III memiliki tantangan tersendiri. Anak-anak pada usia tersebut membutuhkan pendekatan pembelajaran yang tidak terlalu formal dan mampu menarik perhatian mereka.
Karena itu, kegiatan edukasi dilakukan dengan suasana yang lebih interaktif. Penyampaian materi melalui presentasi disesuaikan dengan kemampuan pemahaman siswa sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.
Interaksi antara mahasiswa dan siswa juga menjadi bagian penting dalam kegiatan. Mahasiswa dapat melihat secara langsung respons dan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan.
Bagi mahasiswa KKN, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran tersendiri mengenai bagaimana menyampaikan suatu pengetahuan kepada anak-anak dengan cara yang sederhana, komunikatif, dan mudah diterima.
Menabung sebagai Kebiasaan Positif
Salah satu kebiasaan yang penting untuk dikenalkan kepada anak sejak dini adalah menabung.
Menabung mengajarkan anak untuk menyisihkan sebagian uang yang dimiliki dan tidak selalu menghabiskannya untuk memenuhi keinginan sesaat.
Kebiasaan tersebut juga dapat membantu anak belajar mengenai perencanaan dan kesabaran. Ketika anak memiliki tujuan tertentu untuk tabungannya, mereka mulai belajar bahwa sesuatu yang diinginkan tidak selalu harus diperoleh secara langsung.
Hal sederhana tersebut dapat menjadi dasar bagi terbentuknya perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab di masa mendatang.
Dari Pengetahuan Menjadi Kebiasaan
Tantangan dari edukasi literasi keuangan bukan hanya bagaimana siswa memahami materi pada saat kegiatan berlangsung, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Apa yang dipelajari mengenai menabung, kebutuhan dan keinginan, serta penggunaan uang secara bijak akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila terus diterapkan setelah kegiatan selesai.
Karena itu, keberlanjutan literasi keuangan juga membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar anak, terutama keluarga dan sekolah.
Mahasiswa KKN dapat memberikan edukasi dalam satu kesempatan, tetapi kebiasaan baik akan terbentuk melalui pembelajaran dan praktik yang dilakukan secara terus-menerus.
Membangun Generasi yang Melek Keuangan
Kegiatan edukasi yang dilaksanakan di SDN 1 Sriwidadi menjadi salah satu langkah kecil dalam memperkenalkan literasi keuangan kepada generasi muda sejak bangku sekolah dasar.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 068, kegiatan ini bukan hanya menjadi bagian dari program pengabdian, tetapi juga memberikan pengalaman dalam berkolaborasi dengan OJK dan LINK Kalteng untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Pada akhirnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat meninggalkan pemahaman sederhana namun penting bagi para siswa: uang perlu digunakan dengan bijak, kebutuhan perlu dibedakan dari keinginan, dan menabung merupakan kebiasaan baik yang dapat dimulai sejak sekarang.
Sebab literasi keuangan tidak selalu dimulai dari hal yang besar. Kadang-kadang, ia dimulai dari seorang anak yang belajar menyisihkan sebagian uangnya hari ini untuk sesuatu yang lebih bermanfaat di kemudian hari.
Slamet riyadi
22 Agustus 2026 21:18:02
Trims sarannya mas anang, moga sriwidadi bisa mengembangkan perpus digital...