Mahasiswa KKN Kelompok 068 Menghias Mading Bersama Siswa Kelas VII SMPN 6 Mantangai
Mahasiswa KKN Kelompok 068 Menghias Mading Bersama Siswa Kelas VII SMPN 6 Mantangai
Sriwidadi — Mahasiswa KKN Universitas Palangka Raya (UPR) Kelompok 068 Desa Sriwidadi melaksanakan kegiatan menghias majalah dinding (mading) bersama siswa-siswi kelas VII SMPN 6 Mantangai. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kreativitas siswa sekaligus menciptakan media informasi dan ekspresi yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekolah.
Kegiatan menghias mading dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan siswa secara langsung. Mahasiswa tidak hanya membantu menyiapkan dan menata mading, tetapi juga memberikan ruang kepada siswa untuk menuangkan ide dan kreativitas mereka.
Mading sebagai Ruang Kreativitas Siswa
Majalah dinding dapat menjadi salah satu media sederhana yang memberikan ruang bagi siswa untuk menampilkan berbagai hasil karya.
Melalui mading, siswa dapat belajar menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan maupun visual. Hasil karya yang ditampilkan juga dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas siswa di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 068 mendampingi siswa kelas VII dalam menentukan dan menata berbagai elemen yang akan digunakan untuk memperindah tampilan mading.
Siswa diberikan kesempatan untuk terlibat secara aktif sehingga mading yang dihasilkan bukan hanya merupakan hasil pekerjaan mahasiswa, tetapi juga menjadi hasil kolaborasi bersama.
Menghias Sambil Belajar
Kegiatan menghias mading mungkin terlihat sederhana, tetapi di dalamnya terdapat proses pembelajaran yang cukup beragam.
Siswa belajar bekerja sama, membagi tugas, menentukan tata letak, memilih hiasan, serta menyatukan berbagai ide menjadi satu hasil yang dapat dilihat bersama.
Mahasiswa juga berperan sebagai pendamping yang membantu siswa ketika mengalami kesulitan selama proses pengerjaan.
Interaksi tersebut menciptakan suasana kegiatan yang lebih santai dan menyenangkan. Siswa dapat mengekspresikan kreativitas mereka tanpa harus merasa bahwa kegiatan tersebut seperti pembelajaran formal di dalam kelas.
Membangun Kepercayaan Diri Siswa
Salah satu hal yang dapat dikembangkan melalui kegiatan mading adalah kepercayaan diri siswa dalam menampilkan hasil karya mereka.
Ketika sebuah karya dipajang dan dapat dilihat oleh teman-teman maupun warga sekolah, siswa mendapatkan kesempatan untuk menghargai hasil kerja mereka sendiri.
Hal tersebut juga dapat mendorong siswa untuk lebih berani menuangkan ide dan mencoba menghasilkan karya baru.
Bagi mahasiswa KKN, proses tersebut menjadi pengalaman bahwa mendukung pendidikan tidak selalu dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar. Menyediakan ruang bagi siswa untuk berkreasi juga merupakan bagian dari upaya mendukung perkembangan mereka.
Kolaborasi Mahasiswa dan Siswa
Kegiatan menghias mading menjadi salah satu bentuk interaksi langsung antara mahasiswa KKN Kelompok 068 dengan siswa-siswi SMPN 6 Mantangai.
Mahasiswa membawa gagasan dan membantu proses pelaksanaan, sementara siswa menjadi bagian utama dalam pengerjaan dan pengembangan kreativitas mading.
Kolaborasi tersebut membuat kegiatan menjadi lebih bermakna karena siswa tidak hanya menjadi penerima kegiatan, tetapi ikut terlibat dalam proses dari awal hingga selesai.
Meninggalkan Ruang untuk Terus Berkarya
Mading yang telah dihias diharapkan tidak berhenti menjadi hasil dari satu kegiatan KKN.
Keberadaan mading dapat terus dimanfaatkan oleh pihak sekolah dan siswa untuk menampilkan berbagai karya, informasi, maupun kegiatan sekolah lainnya.
Dengan demikian, apa yang dimulai melalui kegiatan sederhana bersama mahasiswa KKN dapat terus dikembangkan oleh siswa setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
Pada akhirnya, kegiatan menghias mading bersama siswa kelas VII SMPN 6 Mantangai bukan hanya tentang membuat sebuah papan menjadi lebih menarik.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berkreasi, bekerja sama, berkomunikasi, dan membangun rasa percaya diri siswa.
Karena terkadang, sebuah ruang kecil di lingkungan sekolah dapat menjadi tempat lahirnya ide-ide besar—ketika siswa diberikan kesempatan untuk berkarya dan menunjukkan apa yang mereka mampu.
Slamet riyadi
22 Agustus 2026 21:18:02
Trims sarannya mas anang, moga sriwidadi bisa mengembangkan perpus digital...