Mahasiswa KKN Kelompok 068 Sosialisasikan Pengelolaan Sampah dan Pemcegahan Karhutlah kepada 6 RT Desa Sriwidadi
Mahasiswa KKN Kelompok 068 Sosialisasikan Pengelolaan Sampah dan Pencegahan Karhutla kepada 6 RT Desa Sriwidadi
Sriwidadi — Mahasiswa KKN Universitas Palangka Raya (UPR) Kelompok 068 Desa Sriwidadi melaksanakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan mengundang masyarakat dari 6 RT di Desa Sriwidadi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.
Sosialisasi tersebut tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menjadi ruang untuk berdiskusi dan bertukar pemahaman mengenai kondisi lingkungan di Desa Sriwidadi.
Mengelola Sampah dari Lingkungan Terdekat
Sampah merupakan persoalan yang sering kali bermula dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sampah tidak dikelola dengan baik, keberadaannya dapat mengganggu kebersihan lingkungan dan menimbulkan berbagai persoalan lainnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 068 memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik, mulai dari membiasakan membuang sampah pada tempatnya hingga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang atau membakar sampah secara sembarangan.
Masyarakat diajak untuk melihat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab individu tertentu. Kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama, terutama karena sampah yang dihasilkan oleh satu rumah tangga pada akhirnya dapat memberikan dampak terhadap lingkungan di sekitarnya.
Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
Selain persoalan sampah, sosialisasi juga membahas mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Bagi wilayah yang memiliki lingkungan dengan lahan dan vegetasi yang mudah terbakar, pencegahan menjadi hal yang sangat penting. Kebakaran dapat memberikan dampak yang luas, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap aktivitas dan kehidupan masyarakat.
Mahasiswa menyampaikan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pada kondisi lingkungan yang kering.
Masyarakat juga diajak untuk memahami bahwa upaya pencegahan tidak dapat dilakukan hanya ketika kebakaran sudah terjadi. Kewaspadaan dan tindakan pencegahan sejak awal merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko Karhutla.
Mengundang Enam RT untuk Membangun Kesadaran Bersama
Kegiatan sosialisasi ini melibatkan 6 RT di Desa Sriwidadi. Keterlibatan perwakilan dari berbagai RT menjadi bagian penting karena persoalan lingkungan tidak terbatas pada satu wilayah saja.
Dengan melibatkan enam RT, informasi yang disampaikan diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Mahasiswa KKN juga dapat memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai kondisi dan kebiasaan masyarakat dalam menghadapi persoalan sampah maupun potensi kebakaran. Dengan demikian, sosialisasi tidak hanya menjadi kegiatan penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Dari Sosialisasi Menuju Tindakan
Sebuah sosialisasi tentu tidak akan memberikan dampak apabila berhenti pada penyampaian materi.
Pengetahuan yang diberikan perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pengelolaan sampah yang baik membutuhkan kebiasaan, sementara pencegahan Karhutla membutuhkan kewaspadaan dan kerja sama masyarakat.
Karena itu, mahasiswa KKN Kelompok 068 berharap informasi yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat diterapkan dan disebarluaskan kembali di lingkungan masing-masing.
Setiap RT memiliki peran dalam menjaga lingkungan. Ketika kesadaran tersebut tumbuh secara bersama-sama, upaya menjaga Desa Sriwidadi dari persoalan sampah dan ancaman kebakaran dapat dilakukan dengan lebih baik.
Menjaga Lingkungan Adalah Tanggung Jawab Bersama
Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN Kelompok 068 pada akhirnya bukan hanya tentang sampah ataupun kebakaran hutan dan lahan.
Lebih jauh, kegiatan ini menjadi upaya untuk membangun kesadaran bahwa lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Mahasiswa mungkin hanya berada di Desa Sriwidadi dalam waktu tertentu. Namun, masyarakatlah yang akan terus tinggal dan beraktivitas di lingkungan tersebut.
Karena itu, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya dilihat dari terlaksananya sosialisasi atau banyaknya peserta yang hadir, tetapi dari apa yang dilakukan setelah kegiatan berakhir.
Apakah masyarakat mulai lebih bijak mengelola sampah?
Apakah kebiasaan membakar sampah secara sembarangan dapat dikurangi?
Apakah kewaspadaan terhadap potensi Karhutla semakin meningkat?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dari keberlanjutan program.
Pada akhirnya, melalui sosialisasi yang melibatkan 6 RT Desa Sriwidadi, mahasiswa KKN UPR Kelompok 068 berupaya meninggalkan pengetahuan yang dapat diteruskan oleh masyarakat.
Karena menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu orang dan bukan pula pekerjaan satu kelompok mahasiswa. Ia merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dilakukan, bahkan ketika mahasiswa KKN sudah tidak lagi berada di Desa Sriwidadi.
Slamet riyadi
22 Agustus 2026 21:18:02
Trims sarannya mas anang, moga sriwidadi bisa mengembangkan perpus digital...