Mahasiswa KKN Kelompok 068 Sosialisasikan PHBS dan Anti Bullying kepada Siswa SDN 1 Sriwidadi
Mahasiswa KKN Kelompok 068 Sosialisasikan PHBS dan Anti Bullying kepada Siswa SDN 1 Sriwidadi
Sriwidadi — Mahasiswa KKN Universitas Palangka Raya (UPR) Kelompok 068 Desa Sriwidadi melaksanakan kegiatan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Anti Bullying kepada siswa kelas IV hingga VI SDN 1 Sriwidadi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi para siswa.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak siswa untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta membangun hubungan yang baik dengan sesama teman.
Mengenalkan PHBS Sejak di Bangku Sekolah
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan kebiasaan yang perlu dibentuk sejak dini. Lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat penting bagi anak-anak untuk belajar menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sosialisasi ini, mahasiswa memberikan pemahaman kepada siswa mengenai berbagai kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan, seperti menjaga kebersihan diri, mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta membuang sampah pada tempatnya.
Hal-hal tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi apabila dilakukan secara konsisten dapat menjadi kebiasaan yang memberikan manfaat bagi kesehatan siswa maupun lingkungan sekolah.
Membangun Kesadaran tentang Bullying
Selain PHBS, mahasiswa juga memberikan sosialisasi mengenai anti bullying.
Siswa diajak memahami bahwa tindakan seperti mengejek, menghina, mengucilkan, mengintimidasi, atau menyakiti teman bukanlah bentuk candaan yang dapat dibenarkan apabila membuat orang lain merasa takut, tertekan, atau terluka.
Pada usia sekolah dasar, interaksi antarteman menjadi bagian penting dalam perkembangan anak. Karena itu, siswa perlu memahami bagaimana memperlakukan teman dengan baik serta menghargai perbedaan yang ada di antara mereka.
Mahasiswa juga mendorong siswa untuk tidak menjadi pelaku maupun hanya menjadi penonton ketika melihat tindakan bullying terjadi di lingkungan sekolah.
Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman
Sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Sekolah juga menjadi tempat bagi siswa untuk berteman, bekerja sama, dan mengembangkan karakter.
Karena itu, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sangat penting bagi proses belajar. Siswa akan lebih mudah belajar dan berkembang ketika mereka merasa dihargai dan tidak takut terhadap perlakuan dari teman-temannya.
Melalui sosialisasi anti bullying, mahasiswa KKN Kelompok 068 berupaya menanamkan pemahaman bahwa setiap siswa memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diperlakukan dengan baik.
Belajar Menjadi Teman yang Baik
Sosialisasi ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang positif bukan hanya tanggung jawab guru.
Siswa sendiri memiliki peran dalam membangun suasana tersebut. Hal sederhana seperti berbicara dengan sopan, membantu teman yang mengalami kesulitan, tidak mengejek kekurangan orang lain, serta berani melaporkan tindakan bullying dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik.
Mahasiswa mengajak siswa untuk tidak hanya memikirkan bagaimana mereka ingin diperlakukan, tetapi juga bagaimana mereka memperlakukan orang lain.
PHBS dan Anti Bullying, Dua Kebiasaan untuk Lingkungan yang Lebih Baik
Kegiatan PHBS dan Anti Bullying memiliki tujuan yang berbeda, tetapi keduanya memiliki satu kesamaan: membangun lingkungan yang lebih baik bagi semua orang.
PHBS mengajarkan siswa untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan, sedangkan anti bullying mengajarkan siswa untuk menjaga hubungan dan menghargai sesama.
Keduanya dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
Dari Sosialisasi Menjadi Kebiasaan
Tantangan terbesar dari kegiatan seperti ini bukan hanya ketika siswa mampu menjawab pertanyaan atau memahami materi saat sosialisasi berlangsung.
Hal yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan setelah kegiatan selesai.
Apakah siswa mulai lebih peduli terhadap kebersihan?
Apakah mereka mulai lebih berhati-hati dalam bercanda agar tidak menyakiti teman?
Apakah mereka berani membantu atau melapor ketika melihat bullying?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian dari proses yang lebih panjang setelah kegiatan sosialisasi berakhir.
Pada akhirnya, mahasiswa KKN UPR Kelompok 068 berharap kegiatan sosialisasi PHBS dan Anti Bullying kepada siswa kelas IV hingga VI SDN 1 Sriwidadi dapat memberikan pemahaman yang tidak hanya berhenti di ruang kelas.
Karena menciptakan sekolah yang sehat dan nyaman tidak cukup hanya dengan mengetahui apa yang benar, tetapi membutuhkan kebiasaan untuk melakukannya setiap hari dan keberanian untuk saling menjaga.
Slamet riyadi
22 Agustus 2026 21:18:02
Trims sarannya mas anang, moga sriwidadi bisa mengembangkan perpus digital...