OpenSID merupakan aplikasi bersifat Open Source. Dikembangkan oleh OpenDesa demi mendukung keterbukaan informasi dan digitalisasi Desa diseluruh Indonesia
Tema Pusako merupakan Tema atau Theme Premium resmi Aplikasi OpenSID. Layout dan design perpaduan modern dan minimalis. Responsive terhadap semua jenis layar. Memiliki 12 pilihan warna primer. Dilengkapi fitur-fitur bawaan dari OpenSID serta fitur tambahan sebagai pendukung
Desa Sriwidadi berada di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.
Dengan data populasi penduduk :
LAKI-LAKI : 294 Orang
PEREMPUAN : 291 Orang
BELUM MENGISI : 0 Orang
TOTAL : 585 Orang
Identitas Desa
Kode Desa
:
6203092032
Kode Kecamatan
:
620309
Kode Kabupaten
:
6203
Kode Provinsi
:
62
Kode Pos
:
73553
Kantor Desa
Desa Sriwidadi Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Kode Pos 73553, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas - Kalimantan Tengah
Website Desa Sriwidadi Mulai Menjadi Rujukan Akademik, Dari Skripsi Hingga Jurnal Pengabdian
30 September 2026
8 Kali dibuka
Administrator
Website Desa Sriwidadi Mulai Menjadi Rujukan Akademik, Dari Skripsi hingga Jurnal Pengabdian
Meta Deskripsi: Sejumlah artikel Website Desa Sriwidadi tercatat digunakan sebagai referensi dalam skripsi dan jurnal pengabdian masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bahwa konten desa dapat berkembang menjadi sumber pengetahuan bagi akademisi dan lembaga.
Sriwidadi, Mantangai — Website desa selama ini dikenal sebagai media penyampaian informasi pemerintahan, pelayanan publik, kegiatan masyarakat, dan pembangunan desa. Namun, perkembangan Website Desa Sriwidadi, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, memperlihatkan fungsi yang lebih luas.
Sejumlah artikel yang dipublikasikan melalui sriwidadi.simsa.id telah ditemukan tercantum sebagai sumber referensi dalam karya akademik dan publikasi pengabdian kepada masyarakat.
Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen akademik dan laman jurnal yang dapat diakses secara publik, sedikitnya terdapat empat karya akademik yang secara formal mencantumkan konten dari Website Desa Sriwidadi sebagai referensi. Temuan tersebut terdiri atas satu skripsi dan tiga artikel jurnal/pengabdian yang menggunakan topik dari berbagai bidang.
Temuan ini menjadi menarik karena sumber yang digunakan bukan hanya informasi mengenai profil Desa Sriwidadi, melainkan artikel yang membahas pengelolaan website desa, desa mandiri, literasi sosial, serta kegiatan kesehatan masyarakat.
Dari Website Desa Masuk ke Daftar Pustaka Skripsi Universitas YARSI
Salah satu bukti yang paling jelas ditemukan dalam Daftar Pustaka skripsi Universitas YARSI.
Skripsi berjudul “Pengaruh Promosi Kegiatan Perpustakaan Bareng terhadap Minat Kunjung Generasi Z DKI Jakarta” mencantumkan sumber:
Website Resmi Desa Sriwidadi. 2023. “Peran Komunitas Dalam Meningkatkan Website Desa.” Desa Sriwidadi. Diakses 2 Juni 2024.
URL artikel Sriwidadi juga dicantumkan secara lengkap dalam Daftar Pustaka.
Sementara itu, artikel yang menjadi sumber tersebut memang tercatat pada Website Desa Sriwidadi dengan tanggal publikasi 19 Desember 2023 dan membahas peran komunitas dalam meningkatkan performa website desa.
Dengan demikian, dalam kasus ini dapat dikatakan secara jelas bahwa artikel Website Desa Sriwidadi telah masuk ke dalam daftar referensi karya akademik mahasiswa perguruan tinggi.
Hal tersebut berbeda dengan sekadar website dikunjungi atau dicantumkan sebagai tautan. Artikel tersebut secara formal ditempatkan bersama sumber-sumber lain dalam daftar pustaka.
Artikel Literasi Sosial Digunakan dalam Jurnal Tahun 2026
Jejak berikutnya ditemukan pada artikel jurnal ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat).
Artikel berjudul “Pemberdayaan Literasi Sosial Berbasis Komunitas Untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Bahan Pangan Lokal” yang diterbitkan pada Vol. 7 No. 1, Februari 2026, mencantumkan sumber:
Sriwidadi. (2025). “Literasi sosial membentuk empati dan toleransi.”
Referensi tersebut dilengkapi URL Website Desa Sriwidadi. Jurnal tersebut tercatat diterbitkan pada 28 Februari 2026.
Artikel sumber di Website Desa Sriwidadi membahas pengertian literasi sosial, empati, toleransi, keberagaman, pendidikan inklusif, kegiatan sosial, serta penggunaan media untuk membangun empati dan toleransi. Artikel tersebut tercatat pada website Sriwidadi pada April 2025.
Dengan demikian, artikel yang semula dipublikasikan sebagai konten website desa kemudian digunakan sebagai salah satu sumber dalam publikasi pengabdian kepada masyarakat.
Konsep “Desa Mandiri” Juga Muncul dalam Referensi Jurnal
Jejak lainnya berkaitan dengan artikel “Desa Mandiri” dari Website Desa Sriwidadi.
Sumber tersebut dicantumkan dalam artikel “Stimulasi Wujudkan Desa Mandiri di Desa Umalor Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka” yang diterbitkan dalam Jurnal Pengabdian Sosial.
Dalam daftar referensinya, sumber tersebut dicantumkan sebagai:
Sriwidadi. (2008). Desa Mandiri.
dan disertai alamat dokumen pada domain Sriwidadi.simsa.id.
Temuan ini menunjukkan bahwa materi yang dipublikasikan melalui website desa juga dapat digunakan untuk mendukung pembahasan mengenai konsep pembangunan dan kemandirian desa.
Namun, terdapat satu catatan penting. Tahun 2008 merupakan tahun yang dicantumkan oleh penulis jurnal dalam daftar referensi. Tahun tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa halaman Website Desa Sriwidadi memang dibuat pada tahun 2008 tanpa adanya arsip yang lebih tua. Karena itu, informasi tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai data bibliografis sebagaimana ditulis oleh penulis jurnal.
Kegiatan Posbindu Sriwidadi Menjadi Referensi Jurnal Pengabdian
Pemanfaatan konten Sriwidadi juga ditemukan dalam bidang kesehatan masyarakat.
Artikel “Kegiatan Posbindu PTM dan Lansia – Desa Sriwidadi”, yang berasal dari Pemerintah Desa Sriwidadi dan bertanggal 5 Agustus 2024, tercantum dalam daftar referensi artikel “Edukasi Kesehatan Tentang Penyakit Tidak Menular di Posbindu Desa Aneuk Paya Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar”.
Artikel tersebut diterbitkan dalam ARDHI: Jurnal Pengabdian Dalam Negri, Volume 3 Nomor 4, Agustus 2025. Daftar referensinya secara eksplisit mencantumkan sumber Sriwidadi beserta URL dokumennya.
Menariknya, sumber yang digunakan bukan artikel konseptual mengenai kesehatan secara umum, melainkan dokumentasi kegiatan Posbindu PTM dan lansia yang dilakukan di Desa Sriwidadi.
Hal ini memperlihatkan bahwa dokumentasi kegiatan desa dapat memiliki nilai informatif bagi pihak luar ketika informasi tersebut ditulis secara jelas dan dapat diakses melalui internet.
Empat Tema, Empat Jalur Pengetahuan
Jika keempat temuan tersebut dilihat secara keseluruhan, terlihat bahwa sumber Website Desa Sriwidadi telah dimanfaatkan dalam beberapa tema berbeda.
No.
Konten Sriwidadi
Bidang
Karya yang menggunakan
Tahun
1
Peran Komunitas Dalam Meningkatkan Website Desa
Digitalisasi/website desa
Skripsi Universitas YARSI
2024
2
Desa Mandiri
Pembangunan desa
Jurnal Pengabdian Sosial
2025
3
Literasi Sosial: Membentuk Empati dan Toleransi
Literasi sosial
ABDI SABHA
2026
4
Kegiatan Posbindu PTM dan Lansia – Desa Sriwidadi
Kesehatan masyarakat
ARDHI
2025
Keempatnya menunjukkan pola yang menarik: konten yang lahir dari lingkungan desa dapat berpindah ke ruang pengetahuan yang lebih luas melalui internet.
Website Desa Bukan Sekadar Tempat Menyimpan Berita
Perkembangan ini memberikan perspektif baru mengenai fungsi website desa.
Website desa memang memiliki fungsi utama sebagai media informasi dan pelayanan publik. Namun, apabila dikelola secara konsisten, website juga dapat menjadi arsip digital perjalanan desa sekaligus tempat mendokumentasikan pengalaman, kegiatan, gagasan, dan pengetahuan masyarakat.
Website Desa Sriwidadi sendiri memiliki berbagai artikel yang membahas pengelolaan website, tata kelola informasi, desa digital, literasi, pemberdayaan masyarakat, pembangunan desa, pelayanan publik, kesehatan, dan berbagai kegiatan masyarakat.
Sebagian artikel tersebut bahkan ditulis dalam bentuk pembahasan tematik, bukan hanya berita kegiatan.
Misalnya, Website Desa Sriwidadi memuat artikel mengenai Konsep Tata Kelola Website Desa Sriwidadi, Peran Komunitas dalam Meningkatkan Website Desa, Analisis Peran dan Fungsi Komunitas dalam Meningkatkan Performa Website Desa, hingga pembahasan mengenai performa dan pengelolaan website desa.
Karakter tulisan seperti ini membuat website desa memiliki kemungkinan lebih besar untuk ditemukan oleh orang yang sedang mencari informasi mengenai tema tertentu.
Dari Operator Desa Menjadi Penghasil Konten Pengetahuan
Fenomena tersebut juga memberikan gambaran mengenai perubahan peran pengelola website desa.
Operator atau pengelola website tidak lagi hanya mengunggah berita kegiatan kepala desa, musyawarah, pembangunan fisik, atau pelayanan masyarakat. Ketika pengelola mulai mendokumentasikan pengalaman, melakukan analisis, menyusun gagasan, dan menulis artikel tematik, website dapat menghasilkan konten pengetahuan.
Pengetahuan tersebut kemudian dapat ditemukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, pemerintah desa lain, maupun masyarakat umum.
Dalam konteks Sriwidadi, jejak sitasi yang ditemukan memberikan contoh konkret mengenai proses tersebut:
kegiatan/gagasan desa → ditulis menjadi artikel → dipublikasikan di website → ditemukan melalui internet → digunakan sebagai sumber → masuk ke karya akademik.
Proses tersebut tentu tidak berarti bahwa seluruh isi artikel otomatis menjadi karya ilmiah atau bahwa setiap artikel memiliki kedudukan yang sama dengan jurnal akademik. Namun, masuknya suatu artikel website ke dalam daftar pustaka menunjukkan bahwa konten tersebut telah dianggap relevan oleh penulis karya yang menggunakannya sebagai sumber.
Pentingnya Menjaga Kualitas Dokumentasi
Temuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa artikel yang dipublikasikan di website desa perlu dikelola dengan baik.
Beberapa unsur penting antara lain:
Tanggal publikasi yang jelas.
Nama penulis atau sumber informasi yang jelas.
Judul artikel yang spesifik.
Data dan fakta yang dapat ditelusuri.
Dokumentasi foto atau dokumen pendukung bila diperlukan.
Bahasa yang mudah dipahami tetapi tetap informatif.
URL artikel yang stabil.
Arsip dan pencadangan konten.
Hal tersebut penting karena ketika suatu artikel digunakan oleh pihak luar, URL dan identitas sumber akan menjadi bagian dari jejak referensi.
Sebuah Awal dari Ekosistem Pengetahuan Desa
Empat temuan yang telah dapat diverifikasi tersebut tentu belum dapat disebut sebagai seluruh sitasi Website Desa Sriwidadi di internet. Tidak semua skripsi, tesis, jurnal, prosiding, atau dokumen perguruan tinggi dapat terindeks mesin pencari. Sebagian repository juga memiliki akses terbatas atau dokumen PDF-nya tidak muncul dalam pencarian umum.
Karena itu, angka empat lebih tepat disebut sebagai jumlah minimum sitasi akademik yang berhasil diverifikasi melalui sumber publik, bukan jumlah keseluruhan yang pasti ada.
Namun demikian, temuan tersebut sudah cukup untuk menunjukkan satu hal penting: konten Website Desa Sriwidadi telah melampaui fungsi publikasi internal desa.
Beberapa artikelnya telah ditemukan dan digunakan dalam karya yang berada di luar lingkungan Desa Sriwidadi, termasuk skripsi perguruan tinggi dan jurnal pengabdian masyarakat.
Bagi pengelola website desa, hal ini dapat menjadi dorongan untuk terus mendokumentasikan kegiatan dan pengetahuan desa secara sistematis.
Sebab, sebuah tulisan yang hari ini mungkin terlihat sederhana sebagai artikel website desa, pada waktu lain dapat menjadi bahan bacaan, sumber informasi, bahan pembelajaran, atau referensi bagi orang lain.
Website desa dapat menjadi lebih dari sekadar tempat berita.
Ia dapat menjadi arsip digital desa, ruang berbagi pengalaman, media literasi, sekaligus salah satu pintu masuk pengetahuan desa ke ruang akademik dan kelembagaan.
Kontributor: Slamet Riyadi Desa Sriwidadi, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah
Desa Sriwidadi berada di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.
Dengan data populasi penduduk :
LAKI-LAKI : 294 Orang
PEREMPUAN : 291 Orang
BELUM MENGISI : 0 Orang
TOTAL : 585 Orang
Identitas Desa
Kode Desa
:
6203092032
Kode Kecamatan
:
620309
Kode Kabupaten
:
6203
Kode Provinsi
:
62
Kode Pos
:
73553
Kantor Desa
Desa Sriwidadi Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Kode Pos 73553, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas - Kalimantan Tengah
Slamet riyadi
22 Agustus 2026 21:18:02
Trims sarannya mas anang, moga sriwidadi bisa mengembangkan perpus digital...